Hati-Hati, Ini 3 Kesalahan Pemula Dalam Berinvestasi Emas!
Semar Nusantara2025-04-15T22:27:33+07:00Investasi menjadi keharusan yang harus dipelajari bagi semua kalangan untuk menyelamatkan asetnya dari kemuningkinan terburuk kondisi finansial. Bagi mereka yang sudah terjun lama, sepertinya mudah jika harus mempelajari instrument investasi lain apabila ingin menambah portofolionya. Selain mereka sudah familiar terhadap aturan investasi secara umum, pemahaman yang baik tentang emosi saat memustuskan untuk menguangkan asetnya juga dirasa sudah baik.
Namun jika bergeser sedikit pada anak muda, terlebih bagi mereka yang baru ingin memulai, agaknya pasti ngambang jika berbicara soal investasi. Pengetahuan yang minim ditambah sisi emosi yang kurang stabil dirasa mengkhawatirkan karena berbicara soal uang itu riskan. Agar terhindar dari kerugian yang banyak akibat kesalahan dalam memanajemen aset, mimin sarankan coba baca ulasan tentang 3 kesalahan anak muda dalam berinvestasi khususnya emas!
- FOMO
FOMO merupakan singkatan dari fear of missing out, istilah gaul yang menggambarkan kondisi seseorang cemas jika ketinggalan sesuatu yang sedang trend. Entah itu peristiwa atau aktivitas yang sedang dilakukan oleh orang lain. Simpelnya kalo orang Jawa mengartikan FOMO ini dengan kalimat “gur waton melu”. Fomo bisa terjadi saat teman kamu mengunggah aktivitas tertentu yang sedang naik daun seperti konser hadir di konser atau nongkrong di kafe. Lalu kamu tiba-tiba merasa cemas takut jika tidak pernah datang di konser atau nongkrong di kafe bakalan di cap “ndeso”.
Dalam dunia investasi, FOMO ini berbahaya karena bisa menyebabkan kamu buntung dan tabungan ludes. Sebab biar dikata melek finansial, lalu kamu ikut-ikutan teman yang sudah lama terjun di dunia invetasi untuk membeli sejumlah emas tanpa melihat harga dan pertimbangan lain. Jebakan finansial yang terkadang orang dewasa saja kecolongan. Ketakutan emosional yang tidak dibarengi dengan kecakapan dalam berpikir saat akan investasi, hanya akan menghilangkan potensi keuntugan.
- Instan
Anak muda era sekarang atau sering dikenal dengan julukan gen Z sering dianggap tidak sabaran. Dalam artian , ketika mereka mengerjakan sesuatu maka ingin hasilnya cepat dan instan. Hal ini dipengaruhi oleh kemajuan teknologi yang mempermudah segala aktivitas mereka. Makan tinggal beli lewat online, transfer cepat lewat hp, bahkan konsultasi dengan dokter juga bisa. Segala kemudahan itu membuat sebagian dari mereka beranggapan semua hal bisa seinstan itu.
Tapi jika berbicara investasi apalagi emas, tidak bisa, Sobat Asmara. Hindari pikiran instan ketika kamu memilih invetasi dalam bentuk emas. Emas tergolong ke dalam instrument investasi jangka panjang sehingga akan terlihat hasilnya setelah disimpan selama beberapa tahun. Sebenarnya bukan hanya emas, melainkan semua investasi memiliki prinsip yang sama karena nilai portofolio itu dibangun bukan diburu-buru. Sebaiknya, pahami dulu tujuan investasi kamu dan tanyakan kepada ahlinya agar mendapat pencerahan yang lebih baik.

3. Impulsif
Nah, ini dampak dari FOMO tadi, Sobat Asmara. Impulsif! Satu kata yang membuat segala rencana keuangan kamu bisa hancur dalam sekejap mata. Impulsif itu gampanganya kalo kamu beli sesuatu secara rakus atau berlebihan. Misalnya kamu baru gajian, karena nonton temen kamu yang suka posting makanan di sosial media, terjunlah kamu di jalanan tempat khusus menjual street food. Segala macam makanan kamu beli tanpa mikirin tuh harga, anggaran belanja, hingga guna atau tidaknya. Ini kenapa FOMO mimin taruh di awal karena ia bisa menyebabkan kesalahan-kesalahan lain.
Impulsif dalam berinvestasi bisa terjadi saat kamu mengetahui nilai suatu instrument sedang turun atau naik. Ini memicu gejolak emosi yang beragam seperti ketakutan jika rugi atau kesenangan saat untung. Perlu kamu ketahui, euforia yang ada dapat menyebabkan kita gelap mata hingga akhirnya secara terburu-buru, kamu dapat membeli atau menjual aset dalam jumlah banyak tanpa mempertimbangkan sesuatu yang lain. Ini bisa mendekatkan kamu ke resiko yang lebih besar dibanding kenyaman jangka panjang. Untuk itu, ada baiknya kamu mempertajaman kepekaan terhadap emosi dan kondisi tertentu. Bayangkan jika kamu kehilangan seluruh uang yang diinvestasikan hanya karena salah mengambil keputusan? Kacau!
Itulah 3 hal yang wajib kamu ketahui sebelum berinvestasi emas. Ternyata tidak hanya kecakapan dalam finansial, akan tetapi aspek psikologi terutama pengendalian emosi juga diperlukan agar saat berinvestasi emas, kita berhasil mencapai tujuan yang diharapkan.
Bagi kamu yang ingin berinvestasi emas, silahkan datang ke Semar Nusantara! Toko pilihan masyarakat Indonesia sejak 1969. Menghasilkan berbagai produk emas berkualitas tinggi, kami sudah mempunyai banyak pengalaman tentang hal-hal seputar emas. Salah satunya kami bisa melayani konsultasi Sobat Asmara yang ingin berinvestasi emas agar bisa mencapai kenyamana finansial jangka panjang. Datang saja ke toko atau melalui channel online yang bisa kamu dapatkan di instagram @semarnusantara.