Sejarah Bros: Mari Menaiki Tangga Perjalanan Bros dari Masa ke Masa
Semar Nusantara2026-06-27T15:13:09+07:00Bros menjadi satu dari sekian banyak jenis perhiasan yang dipakai orang untuk memenuhi kebutuhan fashion berbagai acara. Satu hal yang patut dibanggakan dari aksesoris ini adalah ia begitu fleksibel untuk ditempatkan di mana saja. Bros bisa menghiasi kerah blazer, topi, tas kecil, hingga setelan jas. Keberadaan bros tidak hanya menciptakan nilai estetika dalam penampilan, namun juga membawa sebuah daya tarik dan nuansa elegan.
Pada ulasan kali ini, kita tidak akan membahas tentang fungsi ataupun keindahan sebuah bros. Namun mimin akan bawa kamu menjelajahi perkembangan bros dari waktu ke waktu. Mari naik tangga bersama mimin!
Zaman Kuno
Tangga pertama adalah awal kemunculan bros sebagai benda fungsionalitas, Sobat Asmara. Kala dulu, orang menggunakan bros sebagai pengencang jubah mereka agar tidak mudah lepas. Bahkan di dataran Eropa Utara, ia menjadi item khas yang sering muncul untuk mengikat baju musim dingin. Bros yang pertama kali ditemukan, terbuat dari kombinasi bahan antara duri, logam, hingga batu api. Desain bros era ini lebih sederhana mengingat fungsinya yang sangat berjasa untuk merapikan serta menjaga pakaian.
Era Yunani
Masuk ke era yunani serta romawi kuno, bros lebih terlihat berwarna, Sobat Asmara. Para pengrajin mulai berani menambahkan detail unik agar menciptakan unsur estetika di dalamnya. Detail yang banyak digunakan kala itu adalah motif mitologi tentunya dengan teknik yang mulai rumit juga. Bahan yang digunakan juga beragam seperti emas, enamel, hingga batu permata. Masih menjadi benda fungsionalitas untuk untuk mengencangkan pakaian, kali ini bros juga bertindak sebagai ekspresi status sosial yang digunakan oleh kalangan kelas atas seperti bangsawan dan pendeta.
Abad Pertengahan
Nah, di awal abad pertengahan, keberagaman fungsi dan desain bros perlahan semakin berkembang. Bangsa Viking, awal abad pertengahan, punya sebuah bros yang bernama celtic berbentuk bulat khas untuk mengencangkan pakaian. Pada abad ke-16, benda kecil tersebut digunakan orang saat berkabung di hari kematian orang terkasih. Bahkan sebagai lambang keabadian, kadang bros didesain sentimental dan dibubuhi rambut orang yang meninggal di dalamnya.
Prancis pun punya bros en tremblant yang akan mencolok ketika terkena cahaya. Lain halnya jika berbicara bros cinta yang digunakan untuk memberikan semangat serta tanda kasih sayang pada orang tercinta yang dihias oleh ornamen hewan. Abad pertengahan ini membuka jalan bagi bros untuk lebih ekspresif dari nilai guna maupun desain yang dibuat kaya, sentimental, serta unik.
Abad Modern
Di abad ini, bross semakin berkembang di segala aspek mulai dari fungsinya, material, teknik, hingga teknologi. Kini fungsinya bisa digunakan untuk keperluan apa saja, mulai dari penunjuk status jabatan dalam dunia professional, tanda cinta antara ibu ke anak, hingga sebagai benda hias pada pakaian formal. Kadang ia juga disimbolkan sebagai narasi sosial kelompok atau gerakan tertentu. Desainnya juga sudah memasukkan unsur yang sifatnya futuristik dan modern seperti warna metalik, material gold, hingga bentuk geometris. Kamu bisa menemukan bros yang terbuat dari kain perca, mutiara, permata, hingga emas seperti yang ada di etalase Semar Nusantara.
Kami memiliki bros yang terbuat dari emas berkadar mulai dari 10K dengan desain fleksibel di segala acara. Bros tersebut memiliki kandungan emas yang pastinya bisa banget kamu jual kembali untuk mendapatkan untuk setelah beberapa tahun diendapkan untuk mendapatkan hasil investasinya. Cek aja koleksi-koleksi kami di instagram @semarnusantara.